Laman

Minggu, 18 Maret 2012

merindumu

Aku merindumu di tengah malam syahdu. Saat jam dinding berdetak, saat hatiku tersentak.

Aku mengingatmu di tengah malam sendu. Saat nyanyian mengalun syahdu, saat hati bersimbah haru.

Aku menantimu di tengah hembusan debu. Saat mulut tak mampu berkata, saat air mata yang bicara.

Aku menantimu dalam sendu bersimbah haru. Saat semua tak berarti apa-apa. Saat rindu kembali meraja.

Aku mengingatmu ditemani lagu sendu. Saat hati kian merajuk. Saat air mata bercampur peluh.

Aku merindumu dalam balut kain selimut. Saat kedinginan membekukan tulang. Saat lidah berkala ucapkan kata cinta.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar