Laman

Senin, 29 Oktober 2012

Etika dalam Akuntansi Keuangan dan Akuntansi Menejemen


Dalam bab ini membahas beberapa sub-bab, salah satunya adalah mengenai fraud auditing. Fraud auditing atau audit kecurangan merupakan suatu upaya untuk mendeteksi dan mencegah kecurangan dalam transaksi-transaksi komersial. Untuk dapat melakukan audit kecurangan terhadap pembukuan dan transaksi komersial memerlukan gabungan dua keterampilan, yaitu sebagai auditor yang terlatih dan kriminal investigator. Perlu diketahui bahwa kecurangan dan kesalahan memiliki makna yang berbeda. Dimana kesalahan merupakan suatu tindakan yang tidak disengaja sedangkan kecurangan merupakan tindakan yang sengaja dilakukan untuk menguntungkan diri sendiri.

Istilah kecurangan digunakan untuk berbagai perbuatan dosa yang termasuk :
a. Kecurangan yang melibatkan perlakuan penipuan untuk mendapatkan keuntungan keuangan yang tidak adil atau ilegal.
b. Pernyataan salah yang disengaja dalam penghilangan suatu jumlah atau pengungkapan dati catatan akuntansi atau laporan keuangan suatu entitas.
c. Pencurian (theft), apakah disertai dengan penyataan yang salah dari catatan akuntansi atau laporan keuangan atau tidak.

Penyebab Terjadinya Kecurangan J.S.R. Venables dan KW Impley dalam buku “Internal Audit” (1988, hal 424) mengemukakan kecurangan terjadi karena :

Penyebab Utama
a. Penyembunyian (concealment)
Kesempatan tidak terdeteksi. Pelaku perlu menilai kemungkinan dari deteksi dan hukuman sebagai akibatnya.
b. Kesempatan/Peluang (Opportunity)
Pelaku perlu berada pada tempat yang tpat, waktu yang tepat agar mendapatkan keuntungan atas kelemahan khusus dalam system dan juga menghindari deteksi.
c. Motivasi (Motivation)
Pelaku membutuhkan motivasi untuk melakukan aktivitas demikian, suatu kebutuhan pribadi seperti ketamakan/kerakusan dan motivator yang lain.
d. Daya tarik (Attraction)
Sasaran dari kecurangan yang dipertimbangkan perlu menarik bagi pelaku.
e. Keberhasilan (Success)
Pelaku perlu menilai peluang berhasil, yang dapat diukur baik menghindari penuntutan atau deteksi.


Etika dalam Kantor Akuntan Publik


Permasalahan-permasalahan yang dihadapi oleh Akuntan, sebagai berikut:
  1. Berkaitan dengan earning management
  2. Pemerikasaan dan penyajian terhadap masalah akuntansi
  3. Berkaitan dengan kasus-kasus yang dilakukan oleh akuntan pajak untuk menyusun laporan keuangan agar pajak tidak menyimpang dari aturan yang ada.
  4. Independensi dari perusahaan dan masa depan independensi KAP. Jalan pintas untuk menghasilkan uang dan tujuan praktek selain untuk mendapatkan laba.
  5. Masalah kecukupan dari prinsip-prinsip diterima umum dan asumsi-asumsi yang tersendiri dari prinsip-prinsip yang mereka gunakan akan menimbulkan dampak etika bila akuntan tersebut memberikan gambaran yang benar dan akurat.
Profesi akuntan publik bisa dikatakan sebagai salah satu profesi kunci di era globalisasi untuk mewujudkan era transparansi bisnis yang fair, oleh karena itu kesiapan yang menyangkut profesionalisme mensyaratkan tiga hal utama yang harus dipunyai oleh setiap anggota profesi yaitu: keahlian, berpengetahuan dan berkarakter. Karakter menunjukkan personality seorang profesional yang diantaranya diwujudkan dalam sikap dan tindakan etisnya. Sikap dan tindakan etis akuntan publik akan sangat menentukan posisinya di masyarakat pemakai jasa profesionalnya. Profesi juga dapat dirumuskan sebagai pekerjaan yang dilakukan untuk mendapatkan nafkah hidup dengan mengandalkan keahlian dan keterampilan yang tinggi serta dengan melibatkan komitmen pribadi (moral) yang mendalam. Untuk menegakkan akuntansi sebagai sebuah profesi yang etis, dibutuhkan etika profesi dalam mengatur kegiatan profesinya. Etika profesi itu sendiri, dalam kerangka etika merupakan bagian dari etika sosial. Karena etika profesi menyangkut etika sosial, berarti profesi (dalam hal ini profesi akuntansi) dalam kegiatannya pasti berhubungan dengan orang/pihak lain (publik). Dalam menjaga hubungan baik dengan pihak lain tersebut akuntan haruslah dapat menjaga kepercayaan publik.

Etika dalam Auditing


Tanggung jawab auditor:
  • Perencanaan, Pengendalian dan Pencatatan. Auditor perlu merencanakan, mengendalikan dan mencatat pekerjannya.
  • Sistem Akuntansi. Auditor harus mengetahui dengan pasti sistem pencatatan dan pemrosesan transaksi dan menilai kecukupannya sebagai dasar penyusunan laporan keuangan.
  • Bukti Audit. Auditor akan memperoleh bukti audit yang relevan dan reliable untuk memberikan kesimpulan rasional.
  • Pengendalian Intern. Bila auditor berharap untuk menempatkan kepercayaan pada pengendalian internal, hendaknya memastikan dan mengevaluasi pengendalian itu dan melakukan compliance test.
  • Meninjau Ulang Laporan Keuangan yang Relevan. Auditor melaksanakan tinjau ulang laporan keuangan yang relevan seperlunya, dalam hubungannya dengan kesimpulan yang diambil berdasarkan bukti audit lain yang didapat, dan untuk memberi dasar rasional atas pendapat mengenai laporan keuangan.
Auditor independen bertanggung jawab terhadap profesinya, tanggung jawab untuk mematuhi standar yang diterima oleh para praktisi rekan seprofesinya. Dalam mengakui pentingnya kepatuhan tersebut, Ikatan Akuntan Indonesia telah menerapkan aturan yang mendukung standar tersebut dan membuat basis penegakan kepatuhan tersebut, sebagai bagian dari Kode Etik Ikatan Akuntan Indonesia yang mencakup Aturan Etika Kompartemen Akuntan Publik.

Tugas Minggu 5 – Kasus PT Great River


1. Berdasarkan artikel mengani kasus PT Great River yang telah saya baca, menurut saya dapat diidentifikasikan beberapa pelanggaran yang terjadi, yaitu:
  • Justinus terbukti melakukan pelanggaran terhadap Standar Profesi Akuntan Publik (SPAP) berkaitan dengan laporan audit atas laporan keuangan konsolidasi PT Great River International Tbk tahun 2003.
  • Dugaan overstatement karena pencatatan untuk akun penjualan menggunakan metode yang berbeda dari ketentuan yang ada. Perusahaan menyertakan dana bahan baku yang dikeluarkan oleh pemesan sebagai bagian dari pendapatan. Perusahaan menerima order pakaian dari luar negeri dengan bahan baku dari pemesan. Great River hanya mengeluarkan ongkos operasi pembuatan pakaian. Tetapi pada saat pesaan dikirimkan ke luar negeri, nilai eksportnya dicantumkan dengan menjumlahkan harga bahan baku, aksesoris, ongkos kerja, dan laba perusahaan.
  • Adanya konspirasi dalam melakukan audit laporan keuangan tahunan PT Great River.
  • Adanya indikasi penggelembungan akun penjualan, piutang, dan asset hingga ratusan miliar rupiah di Great River. Terdapat indikasi penipuan dalam penyajian laporan keuangan. Bapepam menemukan kelebihan pencatatan penyajian akun penjualan dan piutang dalam laporan tersebut, berupa penambahan asset tetap dan penggunaan dana hasil emisi obligasi yang tanpa pembuktian. Akibatnya Great River mengalami kesulitan arus kas.
2. Menurut saya tidak ada gubungannya antara kesalahan pencatatan atas laporan keuangan dengan kesulitan dalam membayar utangnya. Metode pencatatan seperti itu bertujuan untuk menghindari dugaan dumping dan sanksi perpajakan. Sebab saldo laba bersih tidak berbeda dengan yang diterima perusahaan. Hal itulah yang menjadi pemicu adanya dugaan penggelembungan nilai penjualan sehingga diinterpretasikan sebagai penyembunyian informasi secara sengaja.

Minggu, 28 Oktober 2012

Kode Etik Profesi Akuntansi


Dalam setiap profesi tentu diperlukan adanya etika. Etika-etika yang berkenaan dengan profesi tersebut diantaranya adalah tanggung jawab profes, dimana setiap orang yang bekerja dibidangnya dapat mempertanggung jawabkan kewajiban dan haknya sebagai ahli pada bidangnya masing-masing. Kesempatan kali ini adalah pada bidang akuntansi. Dimana terdapat berbagai profesi yang dapat digandrungi dengan dasar ilmu akuntansi. Sebagai contoh adalah auditor yang bekerja pada akuntan publik. Dimana seorang auditor bertugas untuk mengaudit kinerja suatu perusahaan dan dituntut untu bersikap independent dan tidak memihak. Ia harus objektif dalam melakukan auditing. Tidak pandang bulu perusahaan mana yang sedang dia audit, laporannya harus sesuai dengan standar yang telah ditentukan.

Sikap jujur pun diperlukan dalam setiap profesi. Dimana jujur merupakan hal yang penting untuk membina kepercayaan dan suatu organisasi tidak akan berjalan dengan baik tanpa adanya kepercayaan. Hal ini juga tentunya berlaku pada profesi yang berhubungan dengan akuntansi. Mengingat profesi ini bersangkutan dengan keuangan dimana banyak sekali orang yang kalap jika melihat kesempatan untuk hidup bergelimang uang. Tentunya diperlukan sikap jujur agar tidak terjadi hal-hal yang dapat merugikan perusahaan.