Laman

Kamis, 24 Mei 2012

aku ingin


Arus kasih mengalir mengisi relung hati. Degup jantung, keras  terpacu. Dekap kasih sejati sejukan gejolak jiwa. Ratap kisah tak ayal dalam cerita. Hari berganti, dalam minggu menjadi bulan. Taburan bintang temani rembulan.

Nostalgia masa indah torehkan luka lama. Teriris kenyataan pahit, hati luka semakin. Katup hati menyatu dalam balutan kasa bernoda darah. Air mata tangis runtuh bercampur cairan merah membara.

Hati ini terluka. Layaknya kulit terseka mata pisau terasah. Kesakitan ini merajalela. Layaknya virus yang semakin beranak pinak berkeluarga. Bukan tak mampu menahan semua amarah, namun ketabahan telah mati setelah beberapa dasawarsa.

Terkapar sesosok gadis tak berdaya. Balutan sorban menyelimuti raga. Mata bersimbah air mata, duka terpampang dirupa. Sudikah kiranya sang pujangga cinta memapah dan menyeka air mata?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar